Alamat : jl. KOL. Masturi NO.478 jambudipa, cisarua, Bandung Barat 40551
Mr Kusmana (022) 2700342
087820707173
Selasa, 09 Maret 2010
diJual Rumah Tanpa perantara
dodyku_aurasic@yahoo.com Penasehat di 14.03 0 komentar
Minggu, 07 Maret 2010
Nama-nama islami Laki-Laki
Nama Anak Laki-laki (Bahasa Arab)
Nama nama pilihan dalam bahasa Arab untuk Bayi Laki - Laki Anda yang kami sediakan secara free. Semoga bermanfaat :-)
A
Abiyyu Yang mulia jiwanya
Abrar Golongan orang yang berbuat kebajikan
Adib Sastrawan
Adzin Pemimpin
Afdhal Lebih utama
Aflah Lebih sukses
Ahmad Terpuji
Ahnaf Lebih suci(lurus)
Aid Kekuatan
Aiman Kanan, yang memiliki harapan
Ajuj Bercahaya
Akhdan Sahabat
Akmal Lebih Sempurna
Akram Lebih mulia
Alif Ramah
Aman Keamanan
Amanullah Keamanan dari Allah
Amin Aman
Amir Penguasa
Amrullah Perintah Allah
Anas Orang yang kamu sukai, yang lemah lembut
Aniq Bagus, elok dan mengagumkan
Anis Ramah
Anjab Lebih utama dan bernilai
Anshar Kaum Anshor
Anwar Cahaya, sinar
Arab Tujuan, akal, hajat
Arhab Memanjakan, yang lapang hati
Ariz Kokoh dan kuat
Arkan Memuliakan
Asad Singa
Asi Dokter
Asil Yang halus
Asis Pangkal
Asyam Pemimpin yang mulia
Asyraf Lebih mulia
Atsil Yang berasal dari keturunan yang baik
Atsir Dimuliakan
Atwu Pemberian
Aufa Lebih tepat
Aus Srigala
Aushaf Yang mempunyai sifat-sifat baik
Awwab Bertaubat
‘Abad Tekun beribadah
‘Abbas Singa
‘Abduh Hamba-Nya
‘Abid Orang yang beribadah
‘Abrah Tetesan air mata
‘Abud Banyak melakukan ibadah
‘Adil Adil
‘Adnan Nama orang dahulu
‘Afaf Menjaga diri dr perkataan/perbuatan yg layak
‘Afi Yang menghampuni
‘Afif Orang yang terhindar dari kehinaan
‘Akif Beritikad
‘Ala’ Tinggi
‘Alam Bendera
‘Alauddin Kemuliaan agama
‘Ali Tinggi
‘Alim Yang berpengetahuan
‘Alwan Tinggi
‘Amir memakmurkan, panjang umur
‘Amru Kehidupan
‘Anas Unta yang kuat
‘Anbar Minyak wangi
‘Antar Berani dalam peperangan
‘Aqib Balasan yang baik
‘Aqil Yang berbudi
‘Arif Bijaksana
‘Ariq Baik budi
‘Aruf Sabar
‘Asyiq Dicintai, mencintai
‘Atha Rezeki, kebaikan
‘Athaullah Karunia Allah
‘Athuf Sang penyayang
‘Atiq Ka’bah
‘Auf Srigala, singa
‘Aun Pertolongan
‘Aziz yang perkasa
‘Azmi Keteguhan hati
Abdul Abdi
Abdul Azim Hamba Allah yang agung
Abdul aziz Hamba Allah yang mulia
Abdul basid Hamba Allah yang melimbah rahmatnya
Abdul hadi Hamba Allah yang kaya/Pemimpin
Abdul hafiz Hamba Allah yang terpelihara
Abdul Hannan Hamba yang bijaksana
Abdul hasib Hamba yang pandai menghitung
Abdullah Hamba Allah
Abdul razak Hamba yang memberi rezeki
Abdul sobur Hamba Allah yang sabar
Abqari genius
Abu bakar Nama sahabat nabi
Abu hurairah Namba sahabat nabi
Abu Ubaidah Nama sahabat nabi
Adam nama nabi
B
Basil Singa, pemberani
Badar Bulan purnama
Badruddin Bulan purnama agama
Bariq Bercahaya, kemilau
Bassam Selalu tersenyum
Basim Tersenyum
Basyir Pemberi kabar gembira
Bahauddin Keindahan agama
Bahir Elok
Badri Mempercepat jalannya
Bahi Indah
Burhan Dalil, bukti, cahaya
Bakri Pagi-pagi benar
Baqir Pembelah
Burhanuddin Dalil(cahaya) agama
Bakir pagi-pagi benar
Bariz Menonjol
Bisyir Berita Gembira
Banan Ujung jari
Badil Pengganti
Baliq Fasih
Budair Berjalan cepat
Buraid Dingin
Bukhori Imam perawi hadist
Badruttaman Bulan purnama
Badruzzaman Bulan purnama bagi jaman
D
Dzakwan Harum semerbak,Sangat cerdas
Dzaky Cerdas
Dziyab Memperoleh harta, serbuan
Dziban Penghalau
Dzulfiqar Nama pedang rasulullah saw
Dhafir menang
Dhahir Yang membantu
Dhiaulhaq sinar(cahaya) hak
Dhia Sinar, cahaya
Dhamir Yang langsing
Dhaifullah Tamu Allah
F
Faiz Menang
Falah Sukses- beruntung jaya
Falih Yang sukses
Fakhri kebanggaan
Farid Tunggal, permata yang mahal
Fauzan Kemenangan
Faisal Pemisah antara hak dan batil
Fuad Benak, jantung hati
Fuhaid Harimau
Fahim Memahami
Faraj Kelonggaran, pelepasan
Fauhad Anak kecil yang gemuk
Fagih Ahli fiqh
Faris Penunggang kuda
Faruq Pembeda antara hak dan batil
Farhan Bergembira
Fauzi Kemenangan
Fahd Harimau
Faiq Yang mengungguli
Fakhir Kebesaran, yang baik
Fathi Pembuka
Fahmi Pemahaman
Fikri Pemikiran
Furqon Pembeda hak dan batil
Fakhruddin Kebanggaan agama
Fadhlurrahman keutamaan dari Allah, Anugrah Arrahman
Fajari Waktu fajar
Fadholi Kelebihan, keutamaan
Faridah Tunggal, Permata yang mahal
Firdaus Nama surga tertinggi
G
Ghufron Pengampunan
Ghozi Prajurit medan perang
Ghalib Menang
Ghonim Yang mendapat keuntungan
Ghassan Nama suku arab
H
Hatim Murni
Hazim Orang yang teliti
Hamdi Pujian
Haidar Singa
Hafidh pemelihara, penghafal
Husam Pedang yang tajam
Hanif Muslim yang teguh lurus
Hamid Yang memuji
Hamdan Yang memuji
Hassan Bagus
Hammadi Pemuji
Hamdun Pujian
Hibban Ibu Hibban perawi hadist
Husni Indah
Helmi Sabar dan berakal
Hanafi Pengikut Imam Abu Hanifah
Hanbali Pengikut Imam Ahmad bin Hambal
Hasyim Pemurah, pemecah sesuati
Hawari Pengikut setia
Hilal Bulan sabit
Hadi Penunjuk jalan
Hani’ Yang mengucapkan selamat
Hammam Yang mempunyai kemauan keras
Hisyam Kemurahan
Humam Maharaja, singa
Hajid Yang shalat tahajjud
Hibatullah Anugrah Allah
Hauzan Makhluk Manusia
Huwaidi Kembali kepada yang hak
Habibi Kesayanganku
Huda Petunjuk
Hidayah Petunjuk
I
‘Izzuddin Kemuliaan agama
‘Ismat Kekuatan menjauhi maksiat
‘Irfan Pengetahuan
‘Imran Nama ayahanda Maryam as
‘Isom Maksum
‘Imaduddin Tiang agama
Ihsan Kebaikan
Imam Pemimpin
Iqbal Pujangga Muslim
Ikhlas Ikhlas
Iyad Gunung yang sukar didaki
Ilham Isyarat yang baik
Irsyad Petunjuk
Ijlal Terhormat, mulia
Isyraf Pengawasan
Iftikhar Kebanggaan
Ikbar Mengagumkan
Ikram Memuliakan
Is’ad Yang membahagiakan
J
Jamil Indah
Jamal Keindahan
Jauhar Permata
Jamaluddin Keindahan agama
Jihad Perjuangan
Junaid Tentara
Jubair Nama Ulama besar
Jalal Keagungan
Jawahir Permata-permata
Jiyad Yang baik
Juhair Suara nyaring, lantang
Jasim Badan, fisik
Jibril Malaikat Jibril
Jawad Pemurah
Jam’an Dua pasukan
Jarullah Tetangga Allah
Jubran Nama sastrawan
Jasir Keberanian
Jaiz Boleh
Jadid Baru
Jamhari kelompok manusia
Jundi Prajurit
K
Kamal Kesempurnaan
Kamaluddin Kesempurnaan agama
Kamil Sempurna
Kadhim Menahan diri
Khairuddin Kebaikan agama
Khairullah Kebaikan (dari) Allah
Khalis Murni
Khattab Ahli pidato
Khatib Orang yang berkhotbah
khaldun Nama seorang ahli sejarah
Khairi Kebaikan
Khalil Kesayangan
Khabir yang mengetahui dengan sebenarnya
Khozin Penyimpan harta, bendahara
Khosyi’ Orang yang khusyu’ dalam shalat
Khodhi’ Orang yang rendah hati
Khidir Orang shahleh kawan nabi Musa as
Khalaf Anak yang baik, pengganti , ulama
Khairon kebaikan
L
Labib Sehat akal dan cerdik
Luthfi Lembut
Luqman Nama orang yang bijaksana
Lami’ Mengkilat
Luqmanul hakim Luqman yang bijaksana
M
Maajid Mulia
Ma’mun Aman
Muhyiddin Yang menghidupkan agama
Mar’ie Terpelihara
Masyur Kesohor
Majdi Kemuliaan
Mukhtar Terpilih
Mas’ud Bahagia
Murtadho Diridhoi
Marwan Urusan yang lurus,seorg khalifah bani umayyah
Mustafa Pilihan
Maalik Yang memiliki
Mubarak Yang diberkahi
Mujahid Pejuang
Majduddin Kemuliaan agama
Mahbub Disukai, dicintai
Muhsin Yang berbuat kebaikan
Mahmud Terpuji
Mursyid Pemberi petunjuk jalan
Muslim Seorang muslim
Mu’min Seorang yang beriman
Muammar Berumur panjang
Mahrus Yang dijaga
Mudrik Berakal, memahami
Ma’ruf Kebaikan, yang dikenal
Mundzir Pemberi peringatan
Mustajab Terkabul doanya
Marzuq Yang diberi rezeki
Muin Penolong
Maliki Penganut mazhab Imam Malik
Mansur Yang dimenangkan
Munadi Yang berseru
Murfid Penolong
Mahir Pandai, cakap
Miftah Kunci
Munir Bersinar
Munawir Yang ikut latihan militer
Munawwir Pemutih dengan kapur
Mufrih Penggembira
Mu’tashim Terpelihara dari dosa
Mukarrom Yang mulia
Mus’ad Yang dibahagiakan
Mahdi Yang mendapat hidayah
Mushoddaq Dapat dipercaya
Mushoddiq Yang mempercayai
Muhtarom Yang terhormat (dihormati)
Muhajir Yang berhijrah
Misbah Pelita, lampu
Misbahuddin Pelita agama
Muntashir yang menang
Muflih Yang sukses, jaya
Mushlih Yang memperbaiki
Mu’afa Yang selamat-sehat
mukhlis Yang ikhlas
Mukhlas Yang ikhlas
Munif Tinggi kedudukannya, menonjol
marjan Batu permata marjan
Ma’shum Terhindar dari dosa
Maimun Yang diberkahi
Mustaqim Lurus
Marsa Pelabuhan
Musyif Pengawas
Makarim Bersifat mulia
Muthliq Pemberi sesuatu
Mamduh Yang dipuji
Mazru’i Yang ditanami
Mubasysyir Pemberi kabar gembira
Mastur Tertutup, dirahasiakan
Musyaffa’ Memperoleh syafaat
Mudhoffar Yang dimenangkan
Muthohhar Yang disucikan
Masy’al Tempat menyalakan api
Ma’lum Yang diketahui
Muzakki Yang mengeluarkan zakat, yang membersihkan di
Murad Kemauan
Mahfudh Terpelihara, terjaga
Muqsith Berbuat adil
Mutawakkil Yang bertawakal
Mutawalli Yang menangani jabatan atau urusan
Mahasin Kebaikan-kebaikan
Muti’ Yang selalu taat
Mufid Memberi manfaat
Manaf Gunung yang tinggi
Munib Yang berinabah(kembali) kejalan Allah
Muwaffaq Yang mendapat taufiq(restu)
Mustaghfirin Orang-orang yang beristighfar
Musaid Pembantu, penolong
Najmuddin Bintang agama
Mumtaz Istimewa
N
Nashir Penolong
Nashiruddin Penolong agama
Nashrullah Kemenangan dari Allah
Nail Yang suka memberi
Nu’man Kenikmatan
Nuruddin Cahaya Agama
Nadhir Indah, elok
Naufal Dermawan
Nadi Tempat pertemuan
Nashif Adil, insaf, pelayan
Nizar Sedikit berbicara
Na’im Kenikmatan
Nuri Bercahaya
nabih Cerdik, mulia
Nabil Cerdik, mahir
Najmi Bintang
Nadhmi Teratur(disiplin)
Nasih Setia, ikhlas
Nadir Jarang
Nawwaf Yang menonjolkan
Nafil Tambahan
Nafis Berharga
Nabhan Mulia, terkenal
Nadhif Bersih
Nahid Anak dalam masa puber
Nawal Memperoleh sesuatu
Nawad Awal mula dari sesuatu
Q
Qosim Ganteng, yang membagi
Qoid Pemimpin
Qutub Nama pemimpin, kutub
Qani’ Puas
Qosiim Yang molek
Quraisy Nama suku asal Rasulullah SAW
Qomar Bulan
dodyku_aurasic@yahoo.com Penasehat di 15.09 0 komentar
Nama-nama islami
Nama islami perempuan
A
Amirah Ratu
Abiyyah Mulia
Aabidah Tekun beribadah
Adibah Beradab
Afkar Buah pikiran
Afnan Permohonan yang berbuah
Ahlam Impian
Al-fiyah Yang memiliki sifat ribuan
Alifah Ramah tamah dalam bersahabat
Al-mas Berlian
Almasah Batu mulia
Amal Harapan-harapan
Amani Keinginan, cita-cita
Aminah Yang berwibawa dan dapat dipercaya
Amjad Mulia, kehormatan, kewibawaan
Anaqah Baik dan enak dipandang
Anisah Teman penghibur
Aqharid Kicauan Burung
Aribah Pandai, cerdas
Arij Sangat harum semerbak
Arikah Pelaminan
Ashilah Berasal-usul, terhormat
Asilat Gemulai dan halus
Asiyah Obat, Istri fir’aun
Asma’ Putri Abu Bakar
Asywaq Kerinduan, emosi jiwa
Aathifah Pemberian
Azhar Bunga-bunga
‘Adawiyyah Seorang wanita sufi
‘Afifah Punya harga diri
‘Aidah Kembali berhari raya
‘Ainiyah Pohon rimbun dan bersemi
‘Aisyah Istri Rasulullah SAW
‘Alimah Berilmu, pandai
‘Aliyah Tinggi
‘Amimah Tubuh lenjang
‘Amirah Kumpulan sarang lebah,penghuni.melimpah
‘Anbarah Minyak wangi
‘Aqilah Terhormat
‘Arafah Padang pasir
‘Arifah Mulia, baik hati
‘Ashma’ Yang terlindungi
‘Asjad Mutiara, emas
‘Athiyyah Pemberian
‘Atikah Pemurah
‘Azizah Mulia
‘Athaya Hadiah
‘Urwatul wutsqo Buhul tali yang kuat
B
Badriyah Bulan purnama
Badilah Pengganti
Bahirah Elok, indah
Basimah Selalu senyum
Basmah Senyuman
Bahjah Kesenangan, keindahan
Basyirah Pemberi kabar gembira
Barokah Berkah
Bahijah Kesenangan, keindahan
Balqis Ratu istri Nabi sulaiman as
Badi’ah Indah
Bashirah Bijaksana, berakal
Bayyinah Bukti, dalil
Bakhitah Orang yang beruntung
Busyra Kabar gembira
Burairah Berbakti, berbuat baik
Bassamah Selalu senyum
Bari’ah Mahir, cantik
Bazirah Menonjol
D
Da’iyah Juru dakwah
Da’amah Tiang, pilar
Dalilah Bukti, petunjuk jalan
Daimah Tetap, langgeng
Dianah Agama
Durroh Mutiara
Durrotul Hikmah Mutiara Hikmah
Durrotun Nasihah Mutiara Nasihat
Daliah Alat pengambil air
Durriyah Cahaya mutiara
Daniah Buah yang mudak dipetik
Dawamah Terus-menerus
Daulah Kerajaan
Darin Nama bunga
Dinar Uang mas
Dariah Lemah-lembut
Dzihni Pemahamanku, pengertianku
Dzaibah Menghalau
F
Fakhriyah Kebanggaan
Firyal Nama Putri kerajaan mesir
Fadhilah Keutamaan, kemuliaan
Faiqoh Mengungguli
Fatimah Putri Rasulullah SAW
Fahimah Memahami
Farihah Gembira
Fairuz Permata
Fatinah Mengagumkan, menarik perhatian
Fadiyah Menyelamatkan, tembusan
Fathiyah Menyelamatkan, tembusan
Fitriyah Fitrah, kemanusiaan
Fikriyah Pemikiran
Fakhirah Kebanggaan
Fauziyah Kemenangan
Faadhilah Yang mulia
Farah kesenangan
Fatin Mengagumkan, menarik perhatian
Faizah Menang
Farhanah Bergembira, senang
G
Ghina kekayaan
Ghaida’ Berawan
Ghazalah Matahari terbit
Ghalibah Menang
Ghanimah Penghasilan
Ghoniyyah Kaya
H
Hasna’ Cantik
Hasanah Kebaikan
Hashinah Benteng yang kuat
Hafidah Pembantu, cucu
Hafidhah Pemelihara, penghafal
Hazimah Wanita yang sangat teliti
Hanunah Yang amat mengasihani
Humaira’ Yang berpipi merah
Habibah Kesayangan
Hakimah Arif, bijaksana
Husniah Indah
Hafshah Nama salah satu istri Rasulullah SAW
Hanfiah Lurus, muslimah yang teguh
Halimah Sabar dan tawakkal
Hamidah Selalu memuji Allah
Huriyah Bermata Elok, pengikut setia
Hamamah Burung merpati
Husnul Khotimah Kesudahan yang baik
Hisanah Cantik
Halilah Wanita keluarga
Hawa’ Istri nabi Adam As
Hulwah Manis
Husna Kebaikan
Halifah Sangat dahaga, berpinggang langsing
Hayat Kehidupan
Haifa’ Sangat dahaga
Hindun Sahabat wanita
Hajar Istri nabi Ibrahim As
Hibah Pelimpahan
Hilalah Bulan sabit
Hana’ Rezki tanpa kepayahan
Humaimah Nama perempuan
Huwaida Lemah lembut
Haniah Yang mengucap selamat
Haija’ Peperangan
Hailah Mengeruk tanah
Haibah Wibawa
Hauda’ Burung kasuari
Hajidah Senang shalat tahajjud
Hasibah Dari keturunan yang terhormat
I
Ibtisam Senyuman
Insyirah Kegembiraan, kelegaan hati
Ibtihaj Kesenangan
Ikhtiar Upaya, usaha, pilihan
Iftinan Mengagumkan, menarik perhatian
Istiqomah Kelurusan, ketulusan
Irbah Pikiran tajam, akal
Irtiyah Kesenangan
Is’aaf Pertolongan
In’aan Pemberian kenikmatan
Insaf kesadaran
‘Inayah Perlindungan
‘Ismah Terhindar dari dosa
‘Iffah Tahu harga diri
‘Imarah Pembangunan, kemakmuran
Iklil Mahkota
‘Inan Tali kendali
Imtinan Anugrah Ilahi
J
Jalilah Mulia, agung
Jauharah Batu permata
Jamilah Cantik
Jauzah Kenari
Jihan Nama tokoh wanita
Juwairiyah Nama wanita
Jinan Surga-surga
Juhainah Taman, kebun
Jaudah Indah utama
Junnah Perisai
Jumanah Mutiara
Juhairah Nyaring, lantang
Jauza’ Nama bintang
janeeta hadiah dari Tuhan
jumana mutiara perak
K
Kauthar Kenikmatan yang banyak
Kalilah Lemah
Karimah Mulia
Kamilah Sempurna
Kamilia Pepohonan yang selalu hijau
Kadhimah Yang dapat menahan diri
Khansa’ Seorang pejuang muslimah
Khairunnisa’ Sebaik-baik wanita
Khalidah Langgeng
Khairiyah Kebaikan
Khayyirah Baik hati
Khuzaimah Tali kendali
Khadijah Istri Rasulullah SAW
Khalilah Kesayangan
Khotimah Penutup, pengakhiran
Khaulah Sahabat wanita terkenal, rusa betina
Khalishah Murni
Khulaidah Langgeng
Khalda’ Langgeng
Khaizuran Rotan
Khazinah Harta yang tersimpan
Kharidah Anak gadis, mutiara yang belum terlubangi
L
Labibah Sehat akal dan cerdik
Lathifah Lemah lembut
Luthfiyah Lemah lembut
Lubna Buah kenitu
Laimun Buah jeruk yang manis
Laela Malam yang gelap
Lujmah Bukit yang datar
Luqyana Perjumpaan kita
Lu’lu’ Permata, mutiara
Layanah Kehalusan, kelemasan
Lama’aa’ Berkilau
Lum’ah Kilauan
M
Maisun Berwajah dan bertubuh cantik
Muthi’ah Taat
Maimunah Yang diberkahi Allah
Mudrikah Dapat dipahami
Maisaroh Ketenangan
Mariah Istri rasulullah saw
Mahiroh Pandai, cakap
Mahbubah Disenangi, dicintai
Maqbulah Diterima permintaannya
Muniroh Bercahaya
Mawaddah Cintah kasih
Mudhiah Menyinari
Mahdiyah Yang mendapat hidayah
Majidah Mulia
Maryam Ibunda nabi Isa As
Muna Cita-cita
Mu’minah Beriman
Muslimah Beragama islam
Mardhiyah Mendapat keridhoan Allah
Malilah Cantik
Mani’ah Mulia, kuat
Mu’nisah Teman yang menyenangkan
Marwa Berbaik-hati dalam memikirkan
Ma’shumah Bebas dari dosa
Masarrah Kesenangan
Muznah Berdandan bagus
Maryana Nama orang
Maghfirah Pengampunan
Muazarah Bantuan, pertolongan
Muhajirah Kedudukan yang tinggi, menonjol
Mufidah Memberi manfaat
Masiikah Nama wanita sahabat nabi
Maknunah Menutup muka karena malu
Munibah Berinabah(bertaubat)
Mustajabah Terkabul doanya
Muthmainnah tenang, tentram
Marwah Bukit marwah di masjidil Haram
Mahfudhah Terpelihara
Mukhbitah Tunduk patuh
Masyithoh Yang mati syahid oleh Fir’aun
Muqsithoh Yang berbuat adil
N
Nabighah Kenamaan, besar, mulia
Nisrina Bunga mawar putih
Nailah Yang suka memberi
Najibah Bernilai, mulia, utama
Nabilah Cerdik, mahir
Nazihah Bersiih dari noda
Nasmah Angin sepai sepoi
Naurah Bunga
Nabihah Cerdik, mulia
Najwa Berbisik-bisikan
Nadiah Awal mula sesuatu
Naifah Kedudukan tinggi
Nikmah Kenikmatan
Nada Embun
Najah Keselamatan
Nadirah Jarang
Nafilah Ibadah tambahan
Nurjannah Cahaya surga
Naimah Halus, lunak
Naqiyyah Jernih
Nida’ Seruan
Nihal Minum dari sumber air
Na’amah Burung unta
Nadhifah Bersih
Naflah Bunga matahari
Najiah Selamat
Nahiyyah Larangan
Nuzhah Rekreasi
Najdah Bantuan
Nur Cahaya
Nafi’ah Bermanfaat
Nur Aini Cahaya mataku
Nasyiah Perkembangan
Najla’ Yang bermata elok, yang baik keturunannya
Nud-ah Pelangi, cahaya matahari terbit/tenggelam
Nahiyah Pelaksana larangan
Nashiroh Penolong kaum lemah
Q
Qonitah Taat, berbakti, shalat lama berdiri
Qoni’ah Merasa puas dan rela
Qotrunnada Tetesan embun
Qurratu’ain Sedap dipandang mata
Qoidah Pemimpin
Qoriah Pembaca
Qomariah Berdasar bulan
Qoribah Dekat
Qorirah Pandangan yang sejuk
Qosamah Keindahan dan kecantikan
R
Roidah Pemimpin
Rosyiqoh bertubuh baik
Ruqayah Kemajuan, nama putri Rasulullah SAW
Raihanah Tanaman yang harum baunya
Rodhiyah Ridho
Robi’ah Yang keempat
Rahmah Kasih sayang
Rahimah Kasih sayang
Rudainah Yang memintal benang
Rasyidah Mendapat petunjuk
Rozinah Serius dalam berperilaku
Ramlah Salah seorang sahabat wanita
Rojihah Mantap timbangannya
Rofi’ah Derajatnya tinggi
Rifa’ Setuju, mufakat
Ruwaidah Berhati-hati, perlahan-lahan
Ramziyah Isyarat
Rofifah Berakhlak baik
Rohifah Tipis
Rosyadah Petunjuk jalan lurus
Rusydah Petunjuk jalan lurus
Rohidah Lembut
Rohadatul ‘Aisy Kemakmuran hidup
Rofidah Papan atap, pemberi pertolongan
Romizah Orang yang terhormat
Rihab Luas dan lebar
Roqiqoh Lembut
Raniah Mempesona
Rojiyyah Yang diharapkan
Rosmiyah Secara resmi
Raqwan Kemajuan
Rannan Gemerincing
Raudhah Taman
Rifdah Pemberi pertolongan
Rofilah Anggun, menawan
Roninah Gemerincing
Riham Hujan gerimis yang berkepanjangan
S
Shofi Jernih
Su’da Bahagia
Saarah Istri Nabi Ibrahim As
Sukainah Tenang, tentram
Sakinah Ketenangan, ketentraman
Sulaimah Selamat
Salimah Selamat
Samirah Teman ngobrol
Sausan Bunga lili
Suhaimah Keberuntungan
Sirin Wanita sahabat nabi SAW
Salma Selamat
Siham Anak Panah
Suhailah Mudah, Suka mengalah
Saidah Berbahagia
Sa’adah Kebahagiaan
Safinatun Najah Kapal penyelamat
Saninah Promosi, kenaikan tingkat
Sana’ Kenaikan tingkat derajat
Sajidah Bersujud
Salwa Burung puyuh
Sulthanah Penguasa wanita
Samiyah Kedudukan tinggi
Sayyidah Pemimpin
Sumayyah Kebanggaan
Safanah Membuat kapal, angin agak keras
Sundus Sutra
Sa’diyah Berbahagia
Sadidah Jitu
Salsabila Mata air di surga
Satirah Wanita yg menutupi aib dan dosa
Saifanah Lenjang seperti pedang terhunus
Syarifah Mulia
Syifa’ Penawar, penyembuh
Syu’lah Pelita
Syafiyah Sembuh
Syafiqoh Belas kasih
Syadiyah Pandai menyanyi, menyamakan
Syamiyah Tahi lalat
Syahidah Mati syahid
Syukriyah Bersyukur
Syakirah Mensyukuri
Syauqiyah Rindu
Syaikhoh Gelar kehormatan
Syam’ah Lilin
Syamsiyah Berdasar hitungan matahari
Syahrazad Nama wanita dahulu
Syakurah Mensyukuri
Sya’irah Pandai menyusun syair, perasa
Syahirah Terkenal, ternama
Sholehah Baik
Shidqiyah Benar, jujur
Shiddiqah Membenarkan
Shodiqoh Benar, jujur
Shofiyyah Kawan tulus ikhlas
Shofiyah Jernih
Shobiroh Bersabar
Shubhiyah Pagi
Shofa’ kejernihan
Shofa Bukit shofa
Shofwah Pemaafan, halaman buku
Shofhah Pemaafkan
Shifwah Sahabat yang akrab
Shohwah Kebangkita
Shohwatul Islam Kebangkitan Islam
T
Tahiyyah Kehormatan
Taqiyyah Bertaqwa
Tuffahati Buah Apel
Tamimah Kuat
Tamamah Pelengkap, penyempurna
Thoyyibah Baik
Thufailah Lembut dan halus
Thoi’ah Taat, patuh
Thohiroh Bersih, suci
Thorfa’ Menepi
Tholiqoh Lancar, fasih
Tsuraya Nama bintang
Tsumamah Nama wanita
Tsana Pujian
U
Umamah Cucu rasulullah dari Zainab
Ummu Kultsum Putri Rasulullah SAW
Uzdah kelebihan
Umaimah Keibuan
Umniati cita-cita
Ulfah Persahabatan
Ufairah Pemberani
Urjuwanah Warna kemerah-merahan yang indah
W
Widad Kasih sayang
Wafiyah Sempurna
Wafiyyah Merpati, sempurna, lengkap
Wadi’ah Titipan
Wahidah Sendirian
Wardah Bunga mawar
Wasimah Rupawan
Wafa’ Kesempurnaan, merpati
Wiaam Harmonis
Majihah Orang yang berkedudukan
Waziroh Menteri wanita
Wada’ah Lemah lembut
Wadhiah Yang bagus dan bersih
Washfa Yang punya sifat tertentu
Washifah Anak
Wasilah Pendekatan diri pad Allah, keduduka/pangkat
Wifaq Kerukunan
Y
Yaqut Permata yakut
Yasmin Bunga melati
Yamamah Burung tekukur
Yumna Kanan
Yasirah Mudah, sedikit
Yusriyah Mudah
Z
Zainab Putri Rasulullah, indah dan wangi
Zahrah Bunga
Zahirah Berkilau
Zuhriyah Bunga
Zalfa’ Kulit mutiara
Zahiyah Elok
Za’imah Pemimpin
Zahidah Rendah hati, tidak rakus dunia
Zakiyah Tumbuh dengan baik, bersih
Zubaidah Tokoh wanita kerajaan Abbasiyah
Zurarah Nama burung
Zaidah Suatu kelebihan
Zulfa Kedudukan yang dekat
Zaitun Buah zaitun
Zanirah Kecil dan lembut, tali
Zakhruf Emas, keindahan sesuatu
Zuhur Bunga-bunga
dodyku_aurasic@yahoo.com Penasehat di 14.58 0 komentar
Sabtu, 06 Maret 2010
Pah Arul Kangen
6 maret 2010
Pah kapan mau pulang Arul Kangen nih...
jangan lupa bawain mainan yah ama susu juga,,,
miss u pah,,,mmmuuaahhh
dodyku_aurasic@yahoo.com Penasehat di 10.31 1 komentar
Jumat, 05 Maret 2010
Berburu baso
5 pebruari 2010
malam yang dingin diluar hujan gerimis perut terasa lapar, rencana sebelumnya mau cari makan tapi ga ada yang jual makan ada juga cuma baso ijonk namanya mungkin nama toko ini diambil dari marga pemiliknya. saya masuk dan langsung pesan 1 porsi tidak dua memang saya makan sendiri saja, dibuatnya baso kurang dari lima menit dibuatnya saya makan habis kurang dari satu menit (lapar mungkin) tapi memang saya cuma dilihat saja tidak dimakan, kebetulan sebelum masuk saya lihat ada pengamen nyanyikan lagu tukang baso ya saya kasih dia baso (lagi baik atau ga doyan baso), sumedang kota tahu dibuatnya tahu setiap hari apa pemiliknya tahu kalo diluar toko tahu ada banyak orang yang ingin tahu kenapa tahu pada dijual apa pemiliknya sudah tidak butuh tahu atau tidak tahu kalau tahu bagus protein vitamin nya, emang tukang tahu apa dia tahu kalau saya ngomongin tahu padahal saya sok tahu jelasin tahu nya juga.
sumedang kota tahu
sumedang jual baso
baso tahu...kenapa dari bandung
padahal bandung kota kembang bukan kota baso tahu
dodyku_aurasic@yahoo.com Penasehat di 19.09 0 komentar
Kamis, 04 Maret 2010
Jalan jalan ke tasik
4 maret 2010
perjalanan pake motor, bukan angkot bukan bis bukan juga sepeda, tapi ini benar motor.
pagi cerah, langsung berangkat ke kota tasik tepatnya bos saya, tempat dia cari duit buat family nya sama seperti saya punya family juga.
sampai juga disana menempuh 2jam perjalanan, disana ada satpam ada cs ada petugas pelayanan pelanggan ada bos saya dilantai 2 ada teman rekan juga ada.
ditawari minum ngambil sendiri tak apa masih punya kaki, duduk juga saya disana dekat teman rekan saya, sambil minum buka laptop juga,,, oh iya saya mau kasih tau kalo saya baru dapat laptop itu juga cuma pinjaman bukan beli atau di kasih,,, tapi benar ini cuma pinjaman saja,, giliran teman saya di panggil untuk evaluasi kerjaan yang selama ini teman saya habiskan separo hidupnya begitu juga saya mau tak mau saya harus seperti ini katanya untuk cari duit (padahal duit saya ga hilang, punya juga belum). giliran saya pun tiba dipanggil juga oleh bos saya buat jawab yang dia tanya gimana lagi memang saya harus jawab kan yang tanya bos saya masa saya tidak jawab.
selesai juga evaluasinya dan saya izin ingin pulang ingin ketemu istri sama anak juga ini harus memang harus saya lakukan alasannya ya memang harus saja.
saya dan istri serta anak saya jalan ke arah satu mall terbesar di tasik kata orang tasik tentunya besar mall itu, di mall jalan kaki memang di sana tidak boleh pakai motor katanya kata orang tasik itu juga,,,
disana ada penjual mainan saya tanya harga karena saya mau beli karena itu juga saya punya duit saya punya duit dikasih sama istri saya juga karena dia punya banyak,,, sya beli satu mainannya harga nya tidak usah saya sebuutkan karena saya tidak mau karena itu urusan saya tidak mau saya kasih tahu,,, saya pulang istri dan anak sya pulang tapi kita tidak pulang bersama karena dia punya motor juga jadi kita pulang masing-masing katanya memamang harus seperti itu...
terima kasih sayang terima kasih bos terima kasih tasik
sudah buat saya senang hari ini tanggal 4 maret 2010
dodyku_aurasic@yahoo.com Penasehat di 12.37 0 komentar
Perjalanan yang aneh
4 maret 2010
perjalanan pake motor, bukan angkot bukan bis bukan juga sepeda, tapi ini benar motor.
pagi cerah, langsung berangkat ke kota tasik tepatnya bos saya, tempat dia cari duit buat family nya sama seperti saya punya family juga.
sampai juga disana menempuh 2jam perjalanan, disana ada satpam ada cs ada petugas pelayanan pelanggan ada bos saya dilantai 2 ada teman rekan juga ada.
ditawari minum ngambil sendiri tak apa masih punya kaki, duduk juga saya disana dekat teman rekan saya, sambil minum buka laptop juga,,, oh iya saya mau kasih tau kalo saya baru dapat laptop itu juga cuma pinjaman bukan beli atau di kasih,,, tapi benar ini cuma pinjaman saja,, giliran teman saya di panggil untuk evaluasi kerjaan yang selama ini teman saya habiskan separo hidupnya begitu juga saya mau tak mau saya harus seperti ini katanya untuk cari duit (padahal duit saya ga hilang, punya juga belum). giliran saya pun tiba dipanggil juga oleh bos saya buat jawab yang dia tanya gimana lagi memang saya harus jawab kan yang tanya bos saya masa saya tidak jawab.
selesai juga evaluasinya dan saya izin ingin pulang ingin ketemu istri sama anak juga ini harus memang harus saya lakukan alasannya ya memang harus saja.
saya dan istri serta anak saya jalan ke arah satu mall terbesar di tasik kata orang tasik tentunya besar mall itu, di mall jalan kaki memang di sana tidak boleh pakai motor katanya kata orang tasik itu juga,,,
disana ada penjual mainan saya tanya harga karena saya mau beli karena itu juga saya punya duit saya punya duit dikasih sama istri saya juga karena dia punya banyak,,, sya beli satu mainannya harga nya tidak usah saya sebuutkan karena saya tidak mau karena itu urusan saya tidak mau saya kasih tahu,,, saya pulang istri dan anak sya pulang tapi kita tidak pulang bersama karena dia punya motor juga jadi kita pulang masing-masing katanya memamang harus seperti itu...
terima kasih sayang terima kasih bos terima kasih tasik
sudah buat saya senang hari ini tanggal 4 maret 2010
dodyku_aurasic@yahoo.com Penasehat di 12.09 0 komentar
4 maret 2010, sumedang
Ya Allah, jika aku menyembah-Mu
karena takut pada neraka
maka bakarlah aku di dalam neraka
Dan jika aku menyembah-Mu karena mengharapkan surga
campakkanlah aku dari dalam surga
Tetapi jika aku menyembah-Mu, demi Engkau
janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajahMu
yang Abadi kepadaku
Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cinta-Mu
Hingga tak ada sesuatupun yang menggangguku dalam jumpa-Mu
Tuhanku, bintang-gemintang berkelap-kelip
Manusia terlena dalam buai tidur lelap
Pintu-pintu istana pun telah rapat tertutup
Tuhanku, demikian malampun berlalu
Dan inilah siang datang menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persembahan malamku Kau Terima
Hingga aku berhak mereguk bahagia
Ataukah itu Kau Tolak, hingga aku dihimpit duka
Inilah yang akan selalu ku lakukan
Selama Kau Beri aku kehidupan
Andai Kau Usir aku dari pintu-Mu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku pada-Mu sepenuh kalbu
Ya Allah, apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di dunia ini
Berikanlah kepada musuh-musuh-Mu
Dan apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di akhirat nanti
Berikanlah kepada sahabat-sahabat-Mu
Karena Engkau sendiri, cukuplah bagiku
Aku mengabdi kepada Tuhan
Bukan karena takut neraka
Bukan pula karena mengharap masuk surga
Tetapi aku mengabdi
Ya Allah, jika aku menyembah-Mu
Karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya
Dan jika aku menyembah-Mu
Tetapi, jika aku menyembah-Mu
Demi Engkau semata
Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajah-Mu
Yang abadi padaku
dodyku_aurasic@yahoo.com
dodyku_aurasic@yahoo.com Penasehat di 03.16 0 komentar
Selasa, 02 Maret 2010

Suatu hari seekor semut mendatangi gajah dan kemudian sang semut membisikkan sesuatu ke telinga gajah. Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh sang semut, gajahnya tiba-tiba pingsan!
Tahukah anda kenapa gajahnya pingsan? Apa yang dibisikan semut kepada gajah?
Ternyata semutnya tadi membisikkan ke telinga gajah, 'aku hamil dan kau adalah bapaknya!'
Cerita diatas saya hanya ingin mengajak anda untuk tersenyum. Mengawali hari dengan senyuman membuat hidup kita terasa indah. Hidup terasa penuh berkah dengan tersenyum, mampu menyegarkan pikiran kita. Keluar dari segala kerumitan, menjaga pikiran agar selalu fresh sangat sehat menjaga kebugaran tubuh.
Pekerjaan kita setiap hari bergulat pada pikiran. Seperti yang dijelaskan dalam surat al-Syam / 91:8 bahwa kita secara fitri diciptakan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan memiliki perangkat untuk mengetahui kebaikan dan keburukan, dan surat al-Balad / 90:10 menyebutkan bahwa kepada kita diberi peluang untuk memilih satu di antara dua jalan hidup yang telah disediakan, jalan kebaikan dan jalan kejahatan. Untuk itu, pada setiap diri kita terdapat faktor-faktor penggerak untuk menuju ke dua jalan itu. Jika penggerak atau motif kepada keburukan bersumber dari hawa nafsu yang digelitik oleh waswas setan untuk segera mencari jalan pemuasannya, maka penggerak kepada kebaikan sebenarnya merupakan gabungan dari berbagai motif yang diorganisir oleh aql dan qalb.
penggerak kepada kebaikan juga berhubungan dengan konsep hidup kita. Jika seseorang menempuh jalan hidup yang tidak benar, jauh dari petunjuk agama, maka penggerak kepada kebenaran terhalang pertumbuhannya, tetapi jika jalan hidupnya mengikuti petunjuk agama, beriman dan melakukan amal saleh, maka seperti yang diisyaratkan surat Yunus / 10:9, potensi iman yang ada di dalam hatinya mendesak dan mempengaruhinya untuk melakukan kebaikan.
Sesungguhnya orang-orang beriman dan melakukan amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Rabb mereka karena imannya. (QS Yunus / 10:9).
Jadi, sudahkan anda tersenyum dipagi yang indah ini?
Wassalam,
Dodyku
kusmayana.blogspot.com
=========================================================
This e-mail, including any attachment is confidential and may be privileged. Use or disclosure of it by anyone other than an intended adressee is strictly prohibited. If you are not an intended addressee, please notify the sender by telephone or e-mail and delete the e-mail and any attachment from your system.
PT Excelcomindo Pratama Tbk. ("the Company") does not accept any liability in respect of communication made by its employee which is contrary to the company policy or outside the scope of the employment of the individual concerned. The employee responsible will be personally liable for any damages or other liability arising.
=========================================================
dodyku_aurasic@yahoo.com Penasehat di 02.57 0 komentar
“ Kamulah yang mengontrol kesuksesan. Semua itu berawal dari
DO WHAT YOU LOVE
dan LOVE WHAT YOU DO
Pilihlah apa yang kamu cintai untuk kamu lakukan. Tetapi kalau kamu tidak berkesempatan untuk berbuat demikian, cintailah apa yang kamu lakukan.”
=========================================================
This e-mail, including any attachment is confidential and may be privileged. Use or disclosure of it by anyone other than an intended adressee is strictly prohibited. If you are not an intended addressee, please notify the sender by telephone or e-mail and delete the e-mail and any attachment from your system.
PT Excelcomindo Pratama Tbk. ("the Company") does not accept any liability in respect of communication made by its employee which is contrary to the company policy or outside the scope of the employment of the individual concerned. The employee responsible will be personally liable for any damages or other liability arising.
=========================================================
dodyku_aurasic@yahoo.com Penasehat di 02.57 0 komentar
Kamis, 25 Februari 2010
air soft gun with rekan seperjuangan
Air soft gun ini dilakukan untuk memper erat tali silahturahmi antara rekan kerja FOP West java, tempat yang di gunakan di pegunungan jayagiri.
dodyku_aurasic@yahoo.com Penasehat di 18.44 0 komentar
test
dodyku_aurasic@yahoo.com Penasehat di 18.32 0 komentar
Selasa, 16 Februari 2010
cerita untuk anak cerdas 2
Kamal dan Kunang-Kunang
Pada malam musim panas, Kamal dan keluarganya biasa menyantap makanan malam mereka di taman. Suatu malam di musim panas, ketika mereka bangkit dari meja, Kamal melihat seberkas cahaya timbul tenggelam di antara pepohonan di sisi taman. Ia pergi mendatangi pohon-pohon itu untuk melihat apa yang terjadi. Dilihatnya seekor serangga terbang melintas dengan cepat. Serangga itu sangat berbeda dengan yang biasa dilihatnya di siang hari. Serangga kali ini memancarkan sinarnya ketika terbang.
Serangga itu berhenti terbang untuk beberapa saat, dan mendatangi Kamal. “Halo, “ katanya. “Kamu kelihatan terkejut. Kamu sudah memperhatikan aku cukup lama. Namaku Kunang-Kunang. Namamu siapa?”
“Namaku Kamal. Kamu benar, aku belum pernah melihat serangga yang bekerdipan dengan sinar seperti kamu. Sinar hijau kekuningan memancar dari tubuhmu. Aku teringat ketika aku menyentuh sebuah bola lampu, tanganku terbakar. Apakah cahaya yang keluar dari tubuhmu itu tidak melukaimu?”
Kunang-kunang itu mengangguk. “Kamu benar, Kamal, waktu kamu katakan bahwa lampu menjadi sangat panas ketika memancarkan cahaya. Bola lampu menggunakan tenaga listrik untuk menghasilkan cahaya, sebagian tenaga listrik itu berubah menjadi panas. Itulah yang menyebabkan lampu menjadi panas. Tetapi, kami tidak mengambil energi luar untuk cahaya yang dipancarkan oleh tubuh kami.”
Kamal pikir ia mengerti. “Jadi, itu berarti kamu tidak menjadi panas?” ia bertanya.
“Itu betul,” kunang-kunang setuju. “Kami menghasilkan sendiri energi kami, dan kami gunakan energi ini dengan sangat hati-hati. Itu berarti, tak sedikitpun energi terbuang, dan energi itu tidak menghasilkan panas yang bakal melukai tubuh kami.”
Kamal menimbang sejenak, “Wah, itu betul-betul sistem yang dipikirkan dengan cerdik.”
“Ya, memang,” temannya setuju. “Ketika Allah menciptakan kami, Ia merencanakan segala sesuatu yang kami perlukan dalam kemungkinan cara yang terbaik. Ketika kami terbang, kami mengepakkan sayap sangat cepat. Tentu saja, itu adalah pekerjaan yang membutuhkan banyak energi. Namun karena cahaya kami tidak banyak menggunakan energi, kami tidak punya masalah dengan itu.”
Kamal punya hal lain yang ingin ditanyakannya. “Untuk apa cahaya yang kalian pancarkan?”
Temannya menjelaskan: “Kami menggunakannya untuk menyampaikan pesan di antara kami, juga untuk melindungi diri kami sendiri. Ketika kami ingin mengatakan sesuatu satu sama lain, kami berbicara dengan mengedip-ngedipkan cahaya kami. Pada saat yang lain, kami memanfaatkannya untuk menakut-nakuti musuh kami, dan mengusir mereka dari kami.”
Kamal sangat terkesan dengan apa yang telah dikatakan temannya pada dirinya. “Jadi, apapun yang kamu perlukan ada di dalam tubuhmu, sehingga kamu tidak perlu berlelah-lelah!”
“Itu benar,” kunang-kunang setuju. “Bertentangan dengan semua upaya terbaik mereka, para cendekiawan belum berhasil mengembangkan sebuah sistem yang persis seperti kami miliki. Seperti yang telah kukatakan sebelumnya, Allah menciptakan kami dengan cara yang paling indah, dan dengan cara yang paling sesuai dengan kebutuhan kami, persis seperti semua makhluk hidup lainnya.”
Kamal tersenyum. “Terimakasih. Apa yang sudah kamu ceritakan padaku sungguh menarik. Aku sekarang menyadari apa makna ayat yang kubaca kemarin, “Maka, apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)? Maka, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?’ (Surat an-Nahl: 17). Ketika kamu pikirkan diri sendiri, juga semua makhluk hidup yang telah diciptakan Allah, ada banyak sekali contoh untuk diambil hikmahnya!!”
“Ya, Kamal, setiap makhluk hidup adalah bukti keutamaan seni penciptaan Allah. Kini, kapanpun kaulihat sesuatu, kamu akan mampu memperhatikannya. Sekarang, aku harus pergi. Tapi, jangan lupa dengan apa yang pernah kita obrolkan!”
Kamal melambaikan tangan kepada temannya. “Senang sekali bertemu denganmu. Mudah-mudahan aku bisa melihatmu lagi ...”
Dalam perjalanan pulang, merenungkan rancangan kunang-kunang yang begitu menakjubkan, Kamal ingin segera memberitahu keluarganya tentang percakapannya dengan teman kecilnya.
Ialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling Baik. Bertasbih kepadaNya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Surat Al Hasyr: 24).
Laut Merah terletak di antara dua gurun pasir. Tak ada sungai ataupun air segar yang mengalir. Dengan kata lain, tidak ada pertukaran oksigen atau nitrogen. Normalnya, laut seperti ini akan menjadi gurun tandus seperti daratan yang mengelilinginya. Namun, di Laut Merah terdapat beranekaragam koral. Koral-koral yang mampu hidup di tempat ini, kendati berada dalam kondisi-kondisi sulit, dapat melakukan hal tersebut karena simbiosis (yaitu, cara hidup berdampingan dengan makhluk hidup lainnya) yang mereka bangun dengan makhluk-makhluk lain yang menyerupai tanaman, disebut alga (algae). Alga menyembunyikan diri dari musuh-musuhnya di dalam karang-karang koral, dan menggunakan sinar matahari untuk berfotosintesis. Gaya hidup yang harmonis dari kedua makhluk ini merupakan bukti lain dari keajaiban penciptaan Allah.
Ahmad dan Kodok Hijau
Pada akhir pekan, Ahmad pergi memancing di sebuah danau bersama Ayahnya. Ketika Ayahnya menyiapkan joran-joran pancing, Ahmad meminta izin untuk menjelajahi kawasan sekitarnya. Ayah mengizinkan, asalkan Ahmad tidak pergi terlalu jauh.
Ahmad mulai berjalan di antara kabut di tepi danau. Seekor kodok tiba-tiba melompat di antara dua semak dan mendarat di atas batu tepat di depannya.
“Kamu hampir saja menginjakku!” si kodok mengeluh.
“Maaf,” ujar Ahmad. “Warnaiiiiimu persis seperti dedaunan, sampai-sampai aku tidak melihatmu, kodok kecil. Namaku Ahmad, dan aku sedang berjalan-jalan di sini.”
Kodok itu tersenyum: “Senang sekali bertemu denganmu, Ahmad. Wajar saja kalau kamu tidak melihatku. Aku hidup di antara semak-semak ini, dan warnaku senada dengan warna dedaunan. Dengan cara itu, musuh-musuhku tidak dapat melihatku, seperti kamu. Aku dapat bersembunyi dari mereka dengan mudah.”
Ahmad berpikir sejenak. “Ya, tapi bagaimana kalau mereka melihatmu? Lalu, apa yang kamu lakukan?”
“Kalau kamu perhatikan dengan teliti,” kata kodok itu, sambil mengangkat sebelah kakinya, “Kamu akan melihat selaput di antara jari-jariku. Ketika aku melompat, kubuka semua jariku. Dengan cara itu, aku dapat melayang di udara. Kadang-kadang aku bisa terbang sampai 40 kaki (12 meter) dalam sekali lompatan.”
“Lalu, bagaimana ketika kamu ingin mendarat?” Ahmad berpikir.
“Kugunakan kaki-kakiku ketika ku terbang. Kugunakan selaput kakiku seperti parasut untuk melambatkan kecepatan badanku saat mendarat,” kodok itu menjelaskan.
“Wah, itu sangat menarik,” Ahmad merenung. “Sebelumnya, aku tidak pernah membayangkan kalau kodok bisa terbang.”
Kodok itu menyeringai. “Beberapa spesies kodok dapat terbang sejauh mereka dapat berenang. Inilah rahmat yang diberikan Allah pada kami. Allah menciptakan warna-warna kami sedemikian rupa untuk menyamarkan kami dalam lingkungan tempat tinggal kami. Hal itu memungkinkan kami untuk bertahan hidup. Jika Allah tidak menciptakan kami seperti ini, dengan segera kami akan terbunuh oleh binatang-binatang lain.”
Ahmad melihat maknanya. “Selaput di antara jari-jarimu penting bagimu agar bisa melompat dalam jarak yang jauh. Aku tidak punya selaput di kakiku karena aku tidak memerlukannya. Kebutuhan setiap makhluk hidup berbeda-beda, bukankah begitu?”
“Ya, kamu benar. Kamu menyatakannya dengan baik.”
Ahmad menjawab, “Allah menciptakan kita dengan cara terbaik untuk memudahkan hidup kita. Kita semestinya bersyukur padaNya karena itu.”
“Benar, benar sekali, Ahmad,” temannya setuju. “Tuhan kita menciptakan semua makhluk hidup sesuai dengan lingkungan tempat mereka hidup. Ia memberikan kita apapun yang kita perlukan ketika kita dilahirkan.”
“Ya,” kata Ahmad. “Sekarang, kodok kecil, aku harus pergi. Kalau tidak, Ayahku akan mengira sesuatu terjadi padaku. Senang sekali berbincang-bincang denganmu. Jika di lain waktu aku datang ke sini, aku akan kembali mengunjungimu.”
“Aku akan menantimu. Senang juga bertemu denganmu. Selamat tinggal, Ahmad ...” kodok itu berkuak sambil melompat kembali ke dalam semak, dan menghilang dari pandangan Ahmad.
Kaki Kodok yang Berselaput
Salah satu makhluk menakjubkan yang diciptakan Allah adalah sejenis kodok yang hidup di hutan-hutan perawan. Ciri paling menarik dari kodok pohon kecil, yang mempunyai kaki-kaki kecil dan selaput di antara jemarinya, adalah bahwa ia dapat menggunakan kaki-kakinya untuk terbang dengan meluncur di udara. Ketika kodok kecil ini terbang dari pohon ke pohon, ia menggunakan kaki-kakinya seperti parasut ketika hendak melunakkan pendaratannya. Dengan membuka selaput di antara jemarinya, kodok menggandakan wilayah permukaan tubuhnya. Kodok terbang dapat melayang di udara sejauh lebih dari 40 kaki (12 meter), sebelum mendarat di sebuah pohon. Dengan menggerakkan kaki-kakinya dan mengubah bentuk kaki yang berselaput, mereka bahkan dapat mengendalikan arah terbangnya.
Hamid dan Bangau Berkaki Panjang
Hamid adalah anak laki-laki yang sangat rajin dan ceria. Ia sangat tertarik pada burung-burung, dan ingin mengetahui segala sesuatu tentang mereka dengan baik. Terkadang ia merawat burung-burung di rumahnya, tapi kemudian dibiarkannya mereka pergi. Ia sangat menyukai kebebasan burung-burung itu. Suatu hari di musim semi, Hamid melihat sekumpulan burung berkaki panjang terbang bersama-sama. Langsung ia berlari ke teras rumahnya untuk memperhatikan mereka lebih dekat lagi. Sesampainya di luar, ia melihat dua ekor dari sekumpulan burung itu telah mendarat di atap rumah. Ia sangat gembira melihat mereka. Dilambaikannya tangannya, dan dipanggilnya burung-burung itu.
“Halo, aku Hamid. Kalian siapa?”
“Halo, Hamid. Kuharap kami tidak menyulitkanmu dengan mendarat di sini. Kami ingin sekali berbincang-bincang denganmu, dan mengenalmu,” kata salah satu burung dari pasangan itu.
“Dengan senang hati,” kata Hamid. “Aku suka sekali pada semua burung, sangat suka. Dapatkah kalian ceritakan sedikit padaku tentang diri kalian?”
“Tentu saja,” balas burung pertama. “Kami adalah bangau. Kami merupakan burung-burung yang bermigrasi dengan sayap-sayap seputih salju yang merentang sepanjang 3.5-5 kaki (atau satu sampai satu setengah meter), ditambah ekor hitam yang panjang. Warna merah pada paruh kami, dan kaki panjang kami, membuat penampilan kami tampak menarik.”
Hamid setuju. “Kamu betul-betul tampak cantik!”
“Apa yang paling diperhatikan orang pada diri kami adalah gaya terbang kami,” bangau itu melanjutkan. “Kami terbang dengan paruh mengarah lurus ke depan, sementara kaki-kaki kami lurus ke belakang. Ini membuat kami mampu terbang lebih cepat dengan memanfaatkan udara.”
Hamid ingin tahu, “Dan, kemana kalian bepergian sekarang?”
“Setiap tahun kami bermigrasi dalam kumpulan-kumpulan besar, Hamid, karena kami tak dapat berdiam di tempat-tempat yang dingin. Dengan melakukan penerbangan ini, kami juga membawa kabar baik pada orang-orang tentang mendekatnya hari-hari musim panas yang hangat. Selama musim panas berlangsung, kami tinggal di sepanjang wilayah luas yang merentang dari Eropa ke Afrika Utara, dan dari Turki ke Jepang. Ketika cuaca mulai mendingin, kami bermigrasi ke belahan bumi selatan, ke Afrika tropis dan India.”
Hamid bingung, “Tapi, bagaimana kalian mengetahui saat-saat ketika cuaca mulai mendingin?”
Bangau itu tersenyum. “Itu betul-betul pertanyaan bagus. Tentu saja, jawabannya adalah bahwa Allah mengajari kami. Kami semua, pada waktu yang sama, merasakan kebutuhan untuk berpindah ke negara-negara yang hangat. Allah membuat kami merasakan itu. Adalah Allah yang memperlihatkan kami cara-cara terbang, dan ketika musim gugur kembali datang, Ia memastikan bahwa kami dapat kembali melintasi jarak ribuan mil dan menemukan kembali rumah lama kami. Allahlah dengan inspirasiNya yang mengajari kami semua ini.”
“Menarik sekali! Kalian dapat bepergian jauh dan kembali, lalu menemukan sarang lama kalian tanpa membuat kesalahan, seakan-akan kalian memiliki kompas di tangan,” kata Hamid terkesan.
Bangau itu meneruskan, “Tentu saja, jenis ingatan yang kuat seperti ini, dan kemampuan menemukan arah yang baik, semuanya merupakan hasil penciptaan Allah yang luarbiasa, yang memberikanNya pada kami.”
Hamid punya pertanyaan lain pada teman barunya, “Kalian ‘kan tinggal di dekat manusia?”
“Iya,” jawab temannya. “Kami membuat sarang-sarang kami di atap-atap rumah. Dan kami membangun sarang-sarang di puncak pepohonan serta cerobong asap ...”
Bangau lain kemudian berdiri dan berkata, “Maaf, Hamid, kami harus melanjutkan perjalanan.”
Hamid menyaksikan teman-teman barunya tampak mengeci,l dan kian mengecil, ketika mereka melanjutkan perjalanannya.
Tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam Al Kitab, dan kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. (Surat al-An’am: 38).
Nabil dan Anjing Laut
Nabil tengah menonton televisi, suatu hari setelah kembali ke rumah dari sekolah. Ada program dokumenter di sebuah saluran. Nabil senang sekali menonton dokumenter tentang binatang-binatang yang tak pernah dilihatnya dalam kehidupannya sesungguhnya. Kali ini, program itu bercerita tentang anjing laut. Nabil duduk menghadap televisi, dan mulai menonton penuh minat.
Namun tiba-tiba, ia merasa dingin. Ia memperhatikan sekelilingnya dan menyadari bahwa sekarang, ia tengah berada di dalam gambar TV. Tepat di sebelahnya ada seekor anjing laut yang baru saja disaksikannya di layar televisi!
“Halo!” katanya, sedikit menggigil, pada si anjing laut. “Dingin betul di sini, apa kamu tidak merasakan itu?”
“Kamu pasti baru di sini!” jawab anjing laut. “Selalu dingin di sini. Paling hangat suhunya 23 derajat Fahrenheit (minus 5 derajat Celsius), bahkan di musim panas. Suhu seperti ini cocok buatku, karena kami, anjing-anjing laut, suka pada udara dingin. Kami tidak pernah merasa (kedinginan). Mengapa bisa demikian? Itu berkat bulu-bulu kami, jubah luarbiasa ini, yang telah diberikan Allah kepada kami! Tentu saja, lemak di badan kami juga membantu melindungi kami melawan dingin.”
“Ibumukah yang ada di sana?” Nabil menunjuk seekor anjing laut yang lebih besar pada jarak kejauhan. “Kupikir, ia mencarimu. Panggillah ia, dan biarkan ia tahu di mana kamu berada, kalau kamu suka ...”
Anjing laut itu meneruskan. “Kami, anjing laut, hidup dalam kumpulan yang besar. Dan, ya, kami mirip sekali satu sama lain. Tetapi, Ibu kami tidak pernah bingung membedakan kami dengan anjing laut lain. Inilah kemampuan yang diberikan Allah padanya. Begitu bayinya lahir, sang Ibu memberinya ciuman selamat datang. Karena ciuman inilah, ia mengenali bau bayinya, dan tidak pernah mencampurkannya dengan bau bayi lainnya. Inilah salah satu rahmat Allah yang tidak terhitung, yang telah diberikanNya pada kami. Kami bersyukur pada Allah yang Maha Kuasa, karena Ia memberi Ibu kami kemampuan untuk mengenali kami di antara kerumunan tempat kami tinggal.”
Ada hal lain yang ingin ditanyakan Nabil. “Aku ingat pernah membaca bahwa kamu menghabiskan sebagian besar waktumu di air. Jadi, bagaimana kalian belajar berenang?”
Teman barunya menjelaskan. “Allah menciptakan kita semua sesuai dengan keadaan-keadaan tempat kita hidup, dan membuat kita siap untuk semua itu. Seperti Ia menciptakan unta sesuai dengan kondisi-kondisi gurun, Ia juga menciptakan kami sesuai dengan kondisi-kondisi dingin ini. Adalah kehendak Allah bahwa kami terlahir dengan tubuh yang dilengkapi oleh selapis lemak yang disebut lemak bayi. Badan kecil kami tetap hangat berkat lemak ini. Dan karena lapisan lemak lebih ringan daripada air, maka lemak tersebut bertindak sebagai sejenis pelampung ketika Ibu-Ibu kami mengajari kami berenang. Setelah dua minggu belajar berenang, kami betul-betul menjadi perenang dan penyelam yang hebat.”
“Jadi, Allah menciptakan sabuk pengaman yang istimewa di dalam tubuh kalian, sehingga kalian bisa belajar berenang! Alangkah hebatnya!”
“Itu benar,” kata si anjing laut kecil. “Setiap makhluk hidup yang diciptakanNya begitu sempurna merupakan bukti bahwa Allah memiliki kekuasaan atas segala sesuatu.”
Persis pada saat itu, Nabil dibangunkn oleh ciuman hangat di pipi, dari Ibunya. Dokumenter di televisi masih berlangsung. Nabil teringat mimpi yang baru dialaminya. Ia tersenyum pada si anjing kecil di layar televisi.
... Jika kaucoba untuk menghitung rahmat Allah, engkau tak akan pernah mampu menghitungnya ... (Surat Ibrahim: 34)
Di antara Tanda-TandaNya adalah penciptaan langit dan bumi, dan seluruh makhluk ... (Surat Asy-Syura: 29)
ANJING-ANJING LAUT YANG MAMPU BERTAHAN
Air samudera amat sangat dingin, terutama di kedalaman. Karena alasan ini, Allah menciptakan anjing laut, yang tinggal di air dingin, dengan selapis tebal lemak di bawah kulit mereka. Lapisan ini mencegah anjing-anjing laut kehilangan panas tubuh dengan cepat. Hal lain yang menarik dari anjing laut adalah susu yang dihasilkan oleh anjing laut betina. Sejauh ini diketahui bahwa susu anjing laut betina merupakan susu yang paling kaya, paling bergizi di alam ini. Susu ini membuat bayi-bayi anjing laut, yang dibesarkan di bawah kondisi yang sulit, tumbuh dengan pesat
dodyku_aurasic@yahoo.com Penasehat di 13.10 0 komentar
Faruk dan Rayap
Faruk dan Rayap
Hari Minggu yang cerah. Faruk bepergian ke hutan untuk berpiknik dengan guru dan teman-teman sekelasnya. Setibanya di sana, mereka mulai bermain petak umpet.
Tiba-tiba, Faruk mendengar sebuah suara menjerit, “Hati-hati!” Faruk mulai melihat ke kanan dan ke kiri, tak pasti darimana suara itu berasal. Namun, tak seorangpun di sana. Kemudian, didengarnya suara yang sama. Kali ini, suara itu berkata, “Aku ada di bawah sini!” Tepat di sebelah kakinya, Faruk melihat seekor serangga yang tampak mirip sekali dengan semut.
“Kamu siapa?” tanya Faruk.
“Aku adalah seekor rayap,” makhluk mungil itu menjawab.
“Aku tidak pernah mendengar makhluk yang bernama rayap,” ledek Faruk. “Kamu tinggal sendiri?”
“Tidak,” jawab serangga itu, “Kami tinggal di sarang-sarang dalam kelompok-kelompok besar. Kalau kamu mau, aku akan memperlihatkan salah satu padamu.”
Faruk setuju, dan mereka berjalan. Ketika mereka tiba, apa yang diperlihatkan rayap pada Faruk tampak seperti sebuah bangunan tinggi tanpa jendela.
“Apa ini?” Faruk ingin tahu.
“Inilah rumah kami,” rayap itu menjelaskan.”Kami membangunnya sendiri.”
“Tapi, kamu begitu kecil,” bantah Faruk. “Kalau teman-temanmu ukurannya juga sama denganmu, bagaimana mungkin kalian bisa membuat sesuatu yang begitu besar seperti ini?”
Rayap tersenyum. “Kamu memang pantas terkejut, Faruk. Makhluk kecil seperti kami mampu membuat tempat-tempat seperti ini benar-benar mengejutkan. Tapi jangan lupa, semua ini gampang saja untuk Allah, Pencipta kita semua.”
“Lebih dari itu, selain sangat tinggi, rumah-rumah kami memiliki keistimewaan-keistimewaan lain. Misalnya, kami membuat ruang-ruang khusus untuk anak-anak, tempat-tempat untuk menumbuhkan jamur, dan kamar tempat ratu bertahta di rumah-rumah kami. Kami tidak lupa membuat sebuah sistem pertukaran hawa untuk rumah kami. Dengan cara itu, kami dapat menyeimbangkan kelembapan dan suhu di dalam ruangan. Dan, sebelum aku lupa, biarkan aku memberitahu hal-hal lain, Faruq. Kami ini tidak bisa melihat!”
Faruq sangat takjub. “Meskipun kamu begitu kecil sampai-sampai sulit terlihat, kamu bisa membuat rumah-rumah persis seperti gedung-gedung tinggi yang dibuat manusia. Bagaimana kalian melakukan ini semua?”
Rayap itu lagi-lagi tersenyum. “Seperti kukatakan sebelumnya, Allah-lah yang memberi kami semua bakat-bakat luarbiasa ini. Ia menciptakan kami sedemikian rupa hingga kami mampu melakukan hal-hal semacam ini. Tapi Faruq, sekarang aku harus pulang ke rumah dan membantu teman-temanku.”
Faruq memahami. “Oke, aku sendiri ingin pergi dan memberitahu orangtua serta teman-temanku tentang apa yang telah kupelajari darimu barusan.”
“Gagasan yang bagus, Faruk,” Rayap melambaikan tangan. “Jaga dirimu. Semoga kita bisa bertemu lagi.”
Asad dan Kupu-Kupu Warna-Warni
Di akhir pekan, Asad berkunjung ke kakeknya. Dua hari berlalu begitu cepat, dan sebelum Asad mengetahuinya, Ayahnya telah tiba untuk membawanya pulang. Asad mengucapkan selamat tinggal pada kakeknya dan duduk di dalam mobil. Ia melihat keluar jendela, menanti Ayahnya mengumpulkan barang-barangnya. Seekor kupu-kupu hinggap di sebuah bunga tak jauh darinya, mengibaskan-ngibaskan sayap, dan terbang ke jendela mobil.
“Kamu mau pulang ke rumah, Asad?” tanya kupu-kupu itu dengan suara kecil.
Asad sangat terkejut. “Kamu tahu siapa diriku?” tanyanya.
“Tentu saja aku tahu,” senyum kupu-kupu mengembang. “Aku mendengar kakekmu menceritakan dirimu pada tetangga-tetangga.”
“Mengapa tidak dari dulu kamu datang dan bicara denganku?” Asad ingin tahu.
“Aku tak bisa, karena aku berada dalam sebuah kepompong di atas pohon dalam taman,” kupu-kupu itu menjelaskan.
“Sebuah kepompong? Apa itu?” tanya Asad, yang senantiasa ingin tahu.
“Mari kujelaskan semua dari awalnya,” kata kupu-kupu itu sambil menghirup udara dang-dalam. “Kami, kupu-kupu, menetaskan telur menjadi ulat-ulat kecil. Kami memberi makan diri kami dengan mengerumuti dedaunan. Kemudian, kami gunakan cairan yang keluar dari tubuh kami seperti benang, dan membungkus diri kami di dalamnya. Bungkusan kecil hasil tenunan kami disebut sebagai sebuah kepompong. Kami menghabiskan waktu beberapa lama di dalam bungkusan itu sambil tumbuh berkembang. Ketika kami bangun dan keluar dari kepompong, kami mempunyai sayap-sayap cerah berwarna-warni. Kami menghabiskan sisa hidup kami dengan terbang dan memberi makan diri kami dengan bunga-bungaan.”
Asad mengangguk-angguk penuh pemikiran. “Maksudmu, semua kupu-kupu berwarna-warni itu dulunya adalah ulat-ulat, sebelum mereka menumbuhkan sayap?”
“Bisakah kau lihat ulat hijau di cabang itu?” tanya kupu-kupu.
“Ya, aku melihatnya. Ia sedang menggerogoti daun dengan kelaparan..”
“Itu adik lelakiku,” kata ulat bulu itu tersenyum. “Beberapa waktu lagi ia akan menenun sebuah kepompong, dan suatu hari akan menjadi kupu-kupu seperti aku.”
Asad punya banyak sekali pertanyaan yang ingin diajukannya pada teman barunya. “Bagaimana caramu merencanakan perubahan ini? Maksudku, kapan kamu keluar dari sebuah telur, berapa lama kamu menjadi seekor ulat bulu, dan bagaimana kamu membuat benang untuk menenun kepompongmu?”
“Aku tidak merencanakan apapun,” kupu-kupu itu dengan sabar menjelaskan. “Allah telah mengajari kami apa yang perlu kami lakukan, dan kapan kami harus melakukannya. Kami hanya bertindak sesuai dengan kehendak Allah.”
Asad benar-benar terkesan. “Pola-pola di sayapmu sangat indah. Semua kupu-kupu memiliki corak yang berbeda-beda, bukankah begitu? Mereka betul-betul berwarna-warni dan menarik perhatian!”
“Itulah bukti kesenimanan Allah yang tak tertandingi. Ia menciptakan kita satu demi satu, dengan kemungkinan cara yang paling indah,” temannya menjelaskan.
Asad menyetujuinya dengan antusias: “Tidak mungkin kita mengabaikan hal-hal indah yang telah Allah ciptakan. Ada ratusan contoh di sekeliling kita!”
Kupu-kupu setuju: “Kamu benar, Asad. Kita mesti berterimakasih pada Allah atas segala berkah ini.”
Asad melihat ke arah punggungnya. “Ayahku datang. Tampaknya kami akan segera berangkat. Luarbiasa sekali bisa bertemu denganmu. Bisakah kita berbicara lagi ketika aku datang minggu depan?”
“Tentu saja,” kupu-kupu mengangguk. “Semoga selamat di perjalanan sampai ke rumah.”
Segala sesuatu di langit dan bumi memuja Allah ... (Surat Al-Hadid, 1)
Tidakkah kalian melihat bahwa Allah mencurahkan air dari langit, dan dengannya Ia menumbuhkan buah-buahan beraneka jenis? Di pegunungan, terdapat lapisan-lapisan merah dan putih, bayang-bayang yang beranekaragam, dan batu-batu hitam legam. Manusia dan hewan, serta ternak, juga beraneka warna. Hanya pelayanNya yang berpengetahuan yang takut kepada Allah. Allah adalah Yang Maha Kuasa, Maha Memaafkan (Surat Fatir: 27-28).
Irfan dan Burung Pelatuk
Hari Minggu, Irfan berjalan-jalan di sebuah hutan dengan Ayahnya. Ketika tengah berjalan, ia memikirkan betapa indahnya pepohonan dan seluruh alam semesta. Ayahnya kemudian bertemu dengan seorang teman, dan ketika dua orang dewasa itu bercakap-cakap, Irfan mendengar sebuah suara:
Tuk, tuk, tuk, tuk, tuk, tuk ... Suara itu datang dari sebuah pohon. Irfan mendatangi burung yang membuat suara itu, dan bertanya:
“Mengapa engkau memukuli pohon dengan paruhmu seperti itu?”
Burung itu menghentikan pekerjaannya, dan berbalik memandang Irfan. “Aku seekor pelatuk,” jawabnya. “Kami membuat lubang di pepohonan, dan membangun sarang-sarang kami di dalamnya. Kadang-kadang kami menyimpan makanan di dalam lubang-lubang pohon ini. Lubang ini adalah lubang pertama buatanku. Aku akan membuat ratusan lubang persis seperti ini.” Irfan memperhatikan lubang itu. “Bagus. Tapi, bagaimana engkau menyimpan makanan di tempat sekecil ini?” Ia berpikir.
“Sebagian besar burung pelatuk memakan biji ek. Biji-biji ini cukup kecil,” si pelatuk menjelaskan. “Di dalam setiap lubang, aku akan meletakkan sebiji ek. Dengan cara itu, aku dapat menyimpan cukup makanan untuk diriku sendiri.”
Irfan bingung. “Tapi, daripada capek-capek membuat puluhan lubang kecil seperti ini,” katanya, “kamu bisa membuat sebuah lubang besar dan menyimpan semua makananmu di sana.”
Burung pelatuk itu tersenyum. “Kalau itu kulakukan, burung-burung lain akan datang dan menemukan tempat persediaan makananku. Mereka akan mencuri biji ek. Lubang yang kubuat berbeda-beda ukurannya. Ketika kuletakkan biji ek yang kutemukan ke dalam lubang, kusimpan sesuai dengan ukurannya. Ukuran biji ek persis sebesar lubang buatanku. Dengan cara itu, biji ek dapat menempati lubang dengan pas, dan rapat! Allah menciptakan paruhku sedemikian rupa sehinga aku dapat mengeluarkan biji ek dengan mudah dari dalam lubang. Karena itu, aku dapat mengambil dari pohon tanpa kesulitan apapun. Burung-burung lain tak dapat melakukan itu, karenanya, makananku aman. Tentu saja, aku tak punya otak untuk memikirkan semua itu. Aku ini cuma seekor pelatuk. Allah membuatku melakukan semua ini. Allahlah yang mengajariku bagaimana menyembunyikan makananku. Allah yang menciptakan paruhku dengan cara yang tepat untukku. Sesungguhnya, ini bukan hanya terjadi padaku—semua makhluk hidup mampu melakukan hal-hal yang mereka lakukan karena itulah cara yang diajarkan Allah pada mereka.”
Irfan setuju: “Engkau benar. Terimakasih telah memberitahu aku semua itu ... Kamu mengingatkan aku pada kuasa Allah yang luarbiasa.”
Irfan mengucapkan selamat jalan pada teman kecilnya, dan kembali pada Ayahnya. Ia sangat gembira karena ke manapun ia memandang, ia selalu melihat keajaiban Allah lainnya.
Jalal dan Burung Camar
Ketika bepergian dengan kapal feri, dalam cuaca yang panas-terik, Jalal paling suka duduk di dek kapal. Dengan cara itu, ia bisa memandang laut lebih dekat, dan dapat memperhatikan sekelilingnya lebih mudah. Satu hari, Jalal naik kapal feri bersama Ibunya. Ia segera mendatangi dek dan duduk di sana. Sekelompok camar mengikuti feri seakan mereka tengah berlomba satu sama lain. Camar-camar itu melakukan pertunjukan yang menarik, berpilin dan berputar di udara, saling berebutan remah-remah roti yang dilemparkan oleh para penumpang feri pada mereka.
Salah satu camar meluncur pelan dan mendarat di tempat duduk sebelah Jalal.
“Suka nggak dengan pertunjukan terbang kami?” tanyanya. “Kulihat, kamu memperhatikan kami begitu cermat. Siapa namamu?”
“Namaku Jalal. Ya, aku sangat suka melihatmu terbang. Kulihat, kamu bisa tetap berada di udara tanpa perlu mengepakkan sayap sama sekali. Bagaimana kamu melakukan itu?”
Camar tersebut mengangguk-anggukkan kepalanya. “Kami, burung camar, menempatkan diri kami sesuai dengan arah angin. Bahkan jika cuma ada sedikit angin, arus udara yang naik akan mengangkat kami. Kami memanfaatkan gerakan ini, dan kami dapat melakukan perjalanan jauh tanpa perlu mengepakkan sayap sama sekali.”
“Kami bergerak maju-mundur dalam kumpulan udara yang naik dari (permukaan) laut,” burung camar melanjutkan penjelasannya. “Arus ini memastikan bahwa kami memiliki udara di bawah sayap, dan hal itu memungkinkan kami untuk tetap di udara tanpa menggunakan terlalu banyak energi.”
Jalal masih tidak yakin apakah dia betul-betul memahami. “Aku melihatmu di sana, di udara, tanpa menggerakkan sayap, seakan-akan kamu tertahan di situ. Dan kamu melakukan semua ini dengan bertindak sesuai dengan arah angin? Aku bisa lihat itu. Namun, bagaimana kamu memperhitungkan kekuatan dan dari arah mana angin itu datang?”
“Dari pengetahuan kami sendiri, tidak mungkin kami bisa melakukan itu,” camar memulai penjelasannya. “Ketika menciptakan kami, Allah mengajari kami bagaimana caranya terbang, dan bagaimana melayang di udara tanpa buang-buang energi. Contoh-contoh ini diberikan kepada kami, sehingga kami dapat menyadari keberadaan Allah dan memahami kekuatanNya.”
Jalal memikirkan pertanyaan lain. “Ya, kamu tetap tertahan di udara, seolah-olah diikat oleh seutas tali ... Agar mampu melakukan ini, kamu perlu mengetahui matematika dengan baik, dan bisa melakukan perhitungan yang rumit. Namun, kamu telah melakukannya tanpa masalah sejak awal kamu terbang, begitu kan?”
“Benar sekali,” camar itu menyetujui. “Tuhan kita memberikan ilham bagi setiap makhluk hidup. Kami semua melakukan apa yang diperintahkan pada kami. Jangan pernah lupa bahwa Allah mencakup segala sesuatu dan menjaganya di bawah kendaliNya. Ia adalah Pemimpin segala sesuatu. Engkau dapat menemukan banyak ayat tentang hal ini di dalam Al Quran. Nah, feri ini mendekati daratan sekarang, dan aku akan terbang kembali untuk bergabung dengan teman-temanku. Sampai berjumpa lagi ...” Jalal menyaksikan teman barunya terbang menjauh, kian mengecil di kejauhan.
Setibanya di rumah, Jalal mencari sebuah ayat dalam Al Quran tentang segala sesuatu yang berada di bawah kendali Allah. Ia menemukannya dalam Surat Hud, dan segera mempelajari ayat tersebut dengan sungguh-sungguh:
[Hud menyebutkan,] “Aku telah meletakkan kepercayaanku kepada Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada makhluk yang muncul tanpa perencanaan. Tuhanku berada pada Jalan Yang Lurus.” (Surat Hud: 56).
Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang di angkasa bebas? Tidak ada yang menahannya selain Allah. Sesungguhnya, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman. (Surat An-Nahl: 79).
Anak-anakku, pernahkah kalian mendengar sejenis burung yang dikenal dengan nama MEGAPODE? Ketika burung-burung ini mempunyai anak yang harus dibesarkan, selalu burung jantan yang merawat anak-anak burung itu. Pertama, Ibu burung menggali lubang besar untuk meletakkan telur-telur di dalamnya. Setelah telur-telur diletakkan, burung jantan harus menjaga agar suhu sarang tetap 92 derajat Fahrenheit (atau 3 derajat Celsius).
Untuk mengukur suhu sarang, burung jantan mengubur paruhnya dalam pasir yang menutupinya, menggunakan sarangnya seperti termometer. Burung mengulang-ulang terus hal ini. Jika suhu sarang meningkat, dengan segera burung membuka lubang udara untuk menurunkan suhu. Paruh burung juga merupakan termometer yang luarbiasa peka. Jika seseorang melemparkan segenggam tanah di atas sarang dan suhunya meningkat sedikit sekali, burung dapat mendeteksinya. Pengukuran semacam itu hanya mungkin kita lakukan dengan menggunakan sebuah termometer. Namun, MEGAPODE melakukan hal ini sejak berabad-abad lamanya, dan tak pernah membuat kesalahan sekecil apapun.
Ini karena Allah mengajari mereka segala sesuatu. Adalah Allah Yang Maha Kuasa, yang telah menciptakan paruh dengan kepekaan seperti termometer.
dodyku_aurasic@yahoo.com Penasehat di 13.09 0 komentar
Faruk dan Rayap
Faruk dan Rayap
Hari Minggu yang cerah. Faruk bepergian ke hutan untuk berpiknik dengan guru dan teman-teman sekelasnya. Setibanya di sana, mereka mulai bermain petak umpet.
Tiba-tiba, Faruk mendengar sebuah suara menjerit, “Hati-hati!” Faruk mulai melihat ke kanan dan ke kiri, tak pasti darimana suara itu berasal. Namun, tak seorangpun di sana. Kemudian, didengarnya suara yang sama. Kali ini, suara itu berkata, “Aku ada di bawah sini!” Tepat di sebelah kakinya, Faruk melihat seekor serangga yang tampak mirip sekali dengan semut.
“Kamu siapa?” tanya Faruk.
“Aku adalah seekor rayap,” makhluk mungil itu menjawab.
“Aku tidak pernah mendengar makhluk yang bernama rayap,” ledek Faruk. “Kamu tinggal sendiri?”
“Tidak,” jawab serangga itu, “Kami tinggal di sarang-sarang dalam kelompok-kelompok besar. Kalau kamu mau, aku akan memperlihatkan salah satu padamu.”
Faruk setuju, dan mereka berjalan. Ketika mereka tiba, apa yang diperlihatkan rayap pada Faruk tampak seperti sebuah bangunan tinggi tanpa jendela.
“Apa ini?” Faruk ingin tahu.
“Inilah rumah kami,” rayap itu menjelaskan.”Kami membangunnya sendiri.”
“Tapi, kamu begitu kecil,” bantah Faruk. “Kalau teman-temanmu ukurannya juga sama denganmu, bagaimana mungkin kalian bisa membuat sesuatu yang begitu besar seperti ini?”
Rayap tersenyum. “Kamu memang pantas terkejut, Faruk. Makhluk kecil seperti kami mampu membuat tempat-tempat seperti ini benar-benar mengejutkan. Tapi jangan lupa, semua ini gampang saja untuk Allah, Pencipta kita semua.”
“Lebih dari itu, selain sangat tinggi, rumah-rumah kami memiliki keistimewaan-keistimewaan lain. Misalnya, kami membuat ruang-ruang khusus untuk anak-anak, tempat-tempat untuk menumbuhkan jamur, dan kamar tempat ratu bertahta di rumah-rumah kami. Kami tidak lupa membuat sebuah sistem pertukaran hawa untuk rumah kami. Dengan cara itu, kami dapat menyeimbangkan kelembapan dan suhu di dalam ruangan. Dan, sebelum aku lupa, biarkan aku memberitahu hal-hal lain, Faruq. Kami ini tidak bisa melihat!”
Faruq sangat takjub. “Meskipun kamu begitu kecil sampai-sampai sulit terlihat, kamu bisa membuat rumah-rumah persis seperti gedung-gedung tinggi yang dibuat manusia. Bagaimana kalian melakukan ini semua?”
Rayap itu lagi-lagi tersenyum. “Seperti kukatakan sebelumnya, Allah-lah yang memberi kami semua bakat-bakat luarbiasa ini. Ia menciptakan kami sedemikian rupa hingga kami mampu melakukan hal-hal semacam ini. Tapi Faruq, sekarang aku harus pulang ke rumah dan membantu teman-temanku.”
Faruq memahami. “Oke, aku sendiri ingin pergi dan memberitahu orangtua serta teman-temanku tentang apa yang telah kupelajari darimu barusan.”
“Gagasan yang bagus, Faruk,” Rayap melambaikan tangan. “Jaga dirimu. Semoga kita bisa bertemu lagi.”
Asad dan Kupu-Kupu Warna-Warni
Di akhir pekan, Asad berkunjung ke kakeknya. Dua hari berlalu begitu cepat, dan sebelum Asad mengetahuinya, Ayahnya telah tiba untuk membawanya pulang. Asad mengucapkan selamat tinggal pada kakeknya dan duduk di dalam mobil. Ia melihat keluar jendela, menanti Ayahnya mengumpulkan barang-barangnya. Seekor kupu-kupu hinggap di sebuah bunga tak jauh darinya, mengibaskan-ngibaskan sayap, dan terbang ke jendela mobil.
“Kamu mau pulang ke rumah, Asad?” tanya kupu-kupu itu dengan suara kecil.
Asad sangat terkejut. “Kamu tahu siapa diriku?” tanyanya.
“Tentu saja aku tahu,” senyum kupu-kupu mengembang. “Aku mendengar kakekmu menceritakan dirimu pada tetangga-tetangga.”
“Mengapa tidak dari dulu kamu datang dan bicara denganku?” Asad ingin tahu.
“Aku tak bisa, karena aku berada dalam sebuah kepompong di atas pohon dalam taman,” kupu-kupu itu menjelaskan.
“Sebuah kepompong? Apa itu?” tanya Asad, yang senantiasa ingin tahu.
“Mari kujelaskan semua dari awalnya,” kata kupu-kupu itu sambil menghirup udara dang-dalam. “Kami, kupu-kupu, menetaskan telur menjadi ulat-ulat kecil. Kami memberi makan diri kami dengan mengerumuti dedaunan. Kemudian, kami gunakan cairan yang keluar dari tubuh kami seperti benang, dan membungkus diri kami di dalamnya. Bungkusan kecil hasil tenunan kami disebut sebagai sebuah kepompong. Kami menghabiskan waktu beberapa lama di dalam bungkusan itu sambil tumbuh berkembang. Ketika kami bangun dan keluar dari kepompong, kami mempunyai sayap-sayap cerah berwarna-warni. Kami menghabiskan sisa hidup kami dengan terbang dan memberi makan diri kami dengan bunga-bungaan.”
Asad mengangguk-angguk penuh pemikiran. “Maksudmu, semua kupu-kupu berwarna-warni itu dulunya adalah ulat-ulat, sebelum mereka menumbuhkan sayap?”
“Bisakah kau lihat ulat hijau di cabang itu?” tanya kupu-kupu.
“Ya, aku melihatnya. Ia sedang menggerogoti daun dengan kelaparan..”
“Itu adik lelakiku,” kata ulat bulu itu tersenyum. “Beberapa waktu lagi ia akan menenun sebuah kepompong, dan suatu hari akan menjadi kupu-kupu seperti aku.”
Asad punya banyak sekali pertanyaan yang ingin diajukannya pada teman barunya. “Bagaimana caramu merencanakan perubahan ini? Maksudku, kapan kamu keluar dari sebuah telur, berapa lama kamu menjadi seekor ulat bulu, dan bagaimana kamu membuat benang untuk menenun kepompongmu?”
“Aku tidak merencanakan apapun,” kupu-kupu itu dengan sabar menjelaskan. “Allah telah mengajari kami apa yang perlu kami lakukan, dan kapan kami harus melakukannya. Kami hanya bertindak sesuai dengan kehendak Allah.”
Asad benar-benar terkesan. “Pola-pola di sayapmu sangat indah. Semua kupu-kupu memiliki corak yang berbeda-beda, bukankah begitu? Mereka betul-betul berwarna-warni dan menarik perhatian!”
“Itulah bukti kesenimanan Allah yang tak tertandingi. Ia menciptakan kita satu demi satu, dengan kemungkinan cara yang paling indah,” temannya menjelaskan.
Asad menyetujuinya dengan antusias: “Tidak mungkin kita mengabaikan hal-hal indah yang telah Allah ciptakan. Ada ratusan contoh di sekeliling kita!”
Kupu-kupu setuju: “Kamu benar, Asad. Kita mesti berterimakasih pada Allah atas segala berkah ini.”
Asad melihat ke arah punggungnya. “Ayahku datang. Tampaknya kami akan segera berangkat. Luarbiasa sekali bisa bertemu denganmu. Bisakah kita berbicara lagi ketika aku datang minggu depan?”
“Tentu saja,” kupu-kupu mengangguk. “Semoga selamat di perjalanan sampai ke rumah.”
Segala sesuatu di langit dan bumi memuja Allah ... (Surat Al-Hadid, 1)
Tidakkah kalian melihat bahwa Allah mencurahkan air dari langit, dan dengannya Ia menumbuhkan buah-buahan beraneka jenis? Di pegunungan, terdapat lapisan-lapisan merah dan putih, bayang-bayang yang beranekaragam, dan batu-batu hitam legam. Manusia dan hewan, serta ternak, juga beraneka warna. Hanya pelayanNya yang berpengetahuan yang takut kepada Allah. Allah adalah Yang Maha Kuasa, Maha Memaafkan (Surat Fatir: 27-28).
Irfan dan Burung Pelatuk
Hari Minggu, Irfan berjalan-jalan di sebuah hutan dengan Ayahnya. Ketika tengah berjalan, ia memikirkan betapa indahnya pepohonan dan seluruh alam semesta. Ayahnya kemudian bertemu dengan seorang teman, dan ketika dua orang dewasa itu bercakap-cakap, Irfan mendengar sebuah suara:
Tuk, tuk, tuk, tuk, tuk, tuk ... Suara itu datang dari sebuah pohon. Irfan mendatangi burung yang membuat suara itu, dan bertanya:
“Mengapa engkau memukuli pohon dengan paruhmu seperti itu?”
Burung itu menghentikan pekerjaannya, dan berbalik memandang Irfan. “Aku seekor pelatuk,” jawabnya. “Kami membuat lubang di pepohonan, dan membangun sarang-sarang kami di dalamnya. Kadang-kadang kami menyimpan makanan di dalam lubang-lubang pohon ini. Lubang ini adalah lubang pertama buatanku. Aku akan membuat ratusan lubang persis seperti ini.” Irfan memperhatikan lubang itu. “Bagus. Tapi, bagaimana engkau menyimpan makanan di tempat sekecil ini?” Ia berpikir.
“Sebagian besar burung pelatuk memakan biji ek. Biji-biji ini cukup kecil,” si pelatuk menjelaskan. “Di dalam setiap lubang, aku akan meletakkan sebiji ek. Dengan cara itu, aku dapat menyimpan cukup makanan untuk diriku sendiri.”
Irfan bingung. “Tapi, daripada capek-capek membuat puluhan lubang kecil seperti ini,” katanya, “kamu bisa membuat sebuah lubang besar dan menyimpan semua makananmu di sana.”
Burung pelatuk itu tersenyum. “Kalau itu kulakukan, burung-burung lain akan datang dan menemukan tempat persediaan makananku. Mereka akan mencuri biji ek. Lubang yang kubuat berbeda-beda ukurannya. Ketika kuletakkan biji ek yang kutemukan ke dalam lubang, kusimpan sesuai dengan ukurannya. Ukuran biji ek persis sebesar lubang buatanku. Dengan cara itu, biji ek dapat menempati lubang dengan pas, dan rapat! Allah menciptakan paruhku sedemikian rupa sehinga aku dapat mengeluarkan biji ek dengan mudah dari dalam lubang. Karena itu, aku dapat mengambil dari pohon tanpa kesulitan apapun. Burung-burung lain tak dapat melakukan itu, karenanya, makananku aman. Tentu saja, aku tak punya otak untuk memikirkan semua itu. Aku ini cuma seekor pelatuk. Allah membuatku melakukan semua ini. Allahlah yang mengajariku bagaimana menyembunyikan makananku. Allah yang menciptakan paruhku dengan cara yang tepat untukku. Sesungguhnya, ini bukan hanya terjadi padaku—semua makhluk hidup mampu melakukan hal-hal yang mereka lakukan karena itulah cara yang diajarkan Allah pada mereka.”
Irfan setuju: “Engkau benar. Terimakasih telah memberitahu aku semua itu ... Kamu mengingatkan aku pada kuasa Allah yang luarbiasa.”
Irfan mengucapkan selamat jalan pada teman kecilnya, dan kembali pada Ayahnya. Ia sangat gembira karena ke manapun ia memandang, ia selalu melihat keajaiban Allah lainnya.
Jalal dan Burung Camar
Ketika bepergian dengan kapal feri, dalam cuaca yang panas-terik, Jalal paling suka duduk di dek kapal. Dengan cara itu, ia bisa memandang laut lebih dekat, dan dapat memperhatikan sekelilingnya lebih mudah. Satu hari, Jalal naik kapal feri bersama Ibunya. Ia segera mendatangi dek dan duduk di sana. Sekelompok camar mengikuti feri seakan mereka tengah berlomba satu sama lain. Camar-camar itu melakukan pertunjukan yang menarik, berpilin dan berputar di udara, saling berebutan remah-remah roti yang dilemparkan oleh para penumpang feri pada mereka.
Salah satu camar meluncur pelan dan mendarat di tempat duduk sebelah Jalal.
“Suka nggak dengan pertunjukan terbang kami?” tanyanya. “Kulihat, kamu memperhatikan kami begitu cermat. Siapa namamu?”
“Namaku Jalal. Ya, aku sangat suka melihatmu terbang. Kulihat, kamu bisa tetap berada di udara tanpa perlu mengepakkan sayap sama sekali. Bagaimana kamu melakukan itu?”
Camar tersebut mengangguk-anggukkan kepalanya. “Kami, burung camar, menempatkan diri kami sesuai dengan arah angin. Bahkan jika cuma ada sedikit angin, arus udara yang naik akan mengangkat kami. Kami memanfaatkan gerakan ini, dan kami dapat melakukan perjalanan jauh tanpa perlu mengepakkan sayap sama sekali.”
“Kami bergerak maju-mundur dalam kumpulan udara yang naik dari (permukaan) laut,” burung camar melanjutkan penjelasannya. “Arus ini memastikan bahwa kami memiliki udara di bawah sayap, dan hal itu memungkinkan kami untuk tetap di udara tanpa menggunakan terlalu banyak energi.”
Jalal masih tidak yakin apakah dia betul-betul memahami. “Aku melihatmu di sana, di udara, tanpa menggerakkan sayap, seakan-akan kamu tertahan di situ. Dan kamu melakukan semua ini dengan bertindak sesuai dengan arah angin? Aku bisa lihat itu. Namun, bagaimana kamu memperhitungkan kekuatan dan dari arah mana angin itu datang?”
“Dari pengetahuan kami sendiri, tidak mungkin kami bisa melakukan itu,” camar memulai penjelasannya. “Ketika menciptakan kami, Allah mengajari kami bagaimana caranya terbang, dan bagaimana melayang di udara tanpa buang-buang energi. Contoh-contoh ini diberikan kepada kami, sehingga kami dapat menyadari keberadaan Allah dan memahami kekuatanNya.”
Jalal memikirkan pertanyaan lain. “Ya, kamu tetap tertahan di udara, seolah-olah diikat oleh seutas tali ... Agar mampu melakukan ini, kamu perlu mengetahui matematika dengan baik, dan bisa melakukan perhitungan yang rumit. Namun, kamu telah melakukannya tanpa masalah sejak awal kamu terbang, begitu kan?”
“Benar sekali,” camar itu menyetujui. “Tuhan kita memberikan ilham bagi setiap makhluk hidup. Kami semua melakukan apa yang diperintahkan pada kami. Jangan pernah lupa bahwa Allah mencakup segala sesuatu dan menjaganya di bawah kendaliNya. Ia adalah Pemimpin segala sesuatu. Engkau dapat menemukan banyak ayat tentang hal ini di dalam Al Quran. Nah, feri ini mendekati daratan sekarang, dan aku akan terbang kembali untuk bergabung dengan teman-temanku. Sampai berjumpa lagi ...” Jalal menyaksikan teman barunya terbang menjauh, kian mengecil di kejauhan.
Setibanya di rumah, Jalal mencari sebuah ayat dalam Al Quran tentang segala sesuatu yang berada di bawah kendali Allah. Ia menemukannya dalam Surat Hud, dan segera mempelajari ayat tersebut dengan sungguh-sungguh:
[Hud menyebutkan,] “Aku telah meletakkan kepercayaanku kepada Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada makhluk yang muncul tanpa perencanaan. Tuhanku berada pada Jalan Yang Lurus.” (Surat Hud: 56).
Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang di angkasa bebas? Tidak ada yang menahannya selain Allah. Sesungguhnya, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman. (Surat An-Nahl: 79).
Anak-anakku, pernahkah kalian mendengar sejenis burung yang dikenal dengan nama MEGAPODE? Ketika burung-burung ini mempunyai anak yang harus dibesarkan, selalu burung jantan yang merawat anak-anak burung itu. Pertama, Ibu burung menggali lubang besar untuk meletakkan telur-telur di dalamnya. Setelah telur-telur diletakkan, burung jantan harus menjaga agar suhu sarang tetap 92 derajat Fahrenheit (atau 3 derajat Celsius).
Untuk mengukur suhu sarang, burung jantan mengubur paruhnya dalam pasir yang menutupinya, menggunakan sarangnya seperti termometer. Burung mengulang-ulang terus hal ini. Jika suhu sarang meningkat, dengan segera burung membuka lubang udara untuk menurunkan suhu. Paruh burung juga merupakan termometer yang luarbiasa peka. Jika seseorang melemparkan segenggam tanah di atas sarang dan suhunya meningkat sedikit sekali, burung dapat mendeteksinya. Pengukuran semacam itu hanya mungkin kita lakukan dengan menggunakan sebuah termometer. Namun, MEGAPODE melakukan hal ini sejak berabad-abad lamanya, dan tak pernah membuat kesalahan sekecil apapun.
Ini karena Allah mengajari mereka segala sesuatu. Adalah Allah Yang Maha Kuasa, yang telah menciptakan paruh dengan kepekaan seperti termometer.
dodyku_aurasic@yahoo.com Penasehat di 13.09 0 komentar
